Mengenal Infeksi Virus Corona Covid-19 Tanpa Gejala
Orang bisa terinfeksi Corona Covid-19 dengan tanpa menunjukkan gejala apapun.
Pasien terinfeksi Covid-19 umumnya menunjukkan gejala utama seperti batuk, demam, hingga sesak nafas. Namun penelitian menunjukkan, tidak sedikit orang yang terbukti membawa virus tersebut dengan tanpa menunjukkan gejala apapun.
Melansir South China Morning Post, pemerintah Cina merilis bahwa orang tanpa gejala COvid-19 mencapai 30 persen di negara itu. Laporan ini juga telah dikonfirmasi oleh para peneliti Jepang yang dipimpin oleh Hiroshi Nishiura, ahli Epidemiologi di Universitas Hokkaido.
Medical News Today, juga melaporkan seorang silent carrier dapat menularkan virus ke orang lain yang disebut dengan istilah silent transmission. Untuk menyelidikinya, dilakukan sebuah penelitian terhadap 450 laporan kasus dari 93 kota di Cina.
Hasil penelitian tersebut menjadi bukti menyakinkan bahwa hingga saat ini orang dapat menularkan virus bahkan sebelum gejala dimulai. Dalam dunia medis, kejadian seperti ini disebut dengan penularan presimptomatik.
Dari kasus yang dipelajari, para peneliti memperkirakan 10 persen kasus penularan oleh orang yang belum mengembangkan gejala dapat menularkan virus tersebut. Akan tetapi, tidak jelas seberapa besar peran penularan asimptomatik atau presimptomatik yang mungkin terjadi pada pandemi Covid-19. Lebih lanjut, temuan ini dapat membantu membuat prediksi yang lebih baik tentang bagaimana perilaku virus tersebut.
Dalam semua kasus Covid-19, terdapat periodeinkubasi atau masa jeda antara infeksi dengan gejala awal yang terjadi berkisar 2-14 hari.
Sebuah studi yang baru-baru ini untuk menyelidiki waktu inkubasi diketahui bahwa median untuk timbulnya gejala adalah 5,1 hari, dan 97,5% dari gejala yang berkembang melakukannya dalam 11,5 hari.
Dokter spesialis paru-paru Indonesia, Mohamad Fahmi Alatas juga menjelaskan bahwa dalam dunia medis orangyang terinfeksi Covid-19 tapi dengan tanpa gejala disebut sebagai carrier.
"Kemungkinannya sewaktu menginfeksi orang, orang itu tidak sakit. Dia membawa virus Corona di saluran nafasnya tapi daya tahan tubuhnya cukup kuat untuk mempertahankan kesehatannya," jelas Fahmi dalam sebuah video yang ia unggah dalam akun YouTube.
Selain itu, dalam videonya ia juga menjelaskan bahwa gejala infeksi akan muncul akibat dari immunitas tubuh yang lemah. Oleh karenanya, diwajibkan setiap orang menjaga kekebalan tubuh termasuk dengan cara istirahat teratur, makan makanan bergizi, olahraga, dan tidak stres. Stres akan menurunkan daya tahan tubuh dan menjadikannya lebih mudah terserang penyakit.
Fahmi menyarankan, setiap pasien mengikuti petunjuk dokter. Jika dokter menyarankan dilakukan isolasi di rumah atau di rumah sakit, harus dipatuhi. Hal tersebut dilaksanakan sebagai upaya yang baik memulihkan tenaga untuk mendapatkan kesembuhan dari infeksi Covid-19.






Komentar
Posting Komentar