Oshin



Oshin dalam Kehidupan Nyata

Kisah Oshin terinspirasi dari sosok nyata dalam dunia bisnis Jepang. Majalah Asia Week volume 19 (14/04/1993) menyebutkan bahwa Oshin adalah gambaran kehidupan Katsu Wada yang wafat pada 28 Maret 1993.

Kisah asli Katsu Wada sebetulnya tidak semenderita Oshin, meski sama-sama pekerja keras. Peter B.Clarke dalam Japanese New Religions in Global Perspective (2013:51) menyebut Katsu Wada lahir pada 1906 dari pasangan pedagang sayur.

Orangtuanya  menjalankan warung sayur kecil bernama Yaohan di Odawara, sebuah kota kecil di Prefektur Kanagawa-100 km dari Tokyo. Mereka hendak menikahkan Katsu Wada dengan pegawai warungnya yang bernama Wada Ryohei. Katsu tak suka rencana orangtuanya, dan hendak ke peramal terlebih dahulu.

"Aku diberitahu bahwa laki-laki ini, Wasa Ryohei, mungkin terlihat seperti kerikil yang kusam dan kasar, tetapi itu istimewa, dan pada saatnya ia akan bersinar seperti salah satu berlian di jari saya," ujar Katsu Wada seperti dikutip Japan Times (15/12/1991).

Katsu lebih tertarik menjadi guru ketimbang melanjutkan bisnis keluarga. Namun, ia akhirnya meneruskan bisnis orangtuanya. Majalah Asia Week volume 19 (14/04/1993) menyebutkan bahwa Katsu dan Wada Ryohei membuka toko kelontong pertama pada 1930. Setelah itu, bisnis mereka berkembang menjadi salah satu pengecer asal Jepang yang paling aktif di Asia.


Majalah Tempo (24/10/1992) menyebut Yaohan pernah membuka departemen store di Indonesia, tepatnya di kawasan Senen pada September 1992. Bondan Winarto pun menyebut dalam Kiat Menjadi Konglomerat: Pengalaman Grup Jaya (1996:65) bahwa toserba Yaohan menjadi penyewa besar di pusat perbelanjaan Senen.

Pada tahun 1996, seiring bergulirnya krisis moneter, toserba Yaohan tak mampu bertahan dan akhirnya angkat kaki dari Indonesia.



Komentar

Postingan Populer